Jumat, 25 September 2015

Indonesia sedang terjajah?? (PART 2)


          Kondisi watak orang Indonesia, mengapa saya bahas ini? Organisasi yang paling sering dan aktif menyuarakan aspirasi hingga hampir setiap tahun mereka demo turun ke jalan seraya menuntut pemerintah menaikkan upah minimum dan kesejahteraan. Siapa lagi kalau bukan buruh. Tanpa bermaksud mendiskreditkan buruh, tapi mari kita bahas permasalahan buruh ini secara objektif.
          Setiap tahun organisasi buruh selalu turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka, menuntut kesejahteraan bagi kaum mereka dan sebagainya, tanpa meelihat baik dan buruknya bagi profesi lain. Ketika pemerintah mulai menegakan peraturan upah minimum regional bedasarkan kebutuhan hidup layak, mereka dengan arogannya mengajukan draf kebutuhan hidup layak yang benar benar layak. Ya, sangat-sangat layak. Memang dalam penentuan upah kerja, dewan pengupahan akan memanggil sedikitnya tiga perwakilan dari elemen yang berbeda, yaitu daari serikat buruh, serikat pengusaha dan akademisi utuk pihak netral. Namun hal itu belum tentu berjalan mulus, seringkali terdengar diberita bahwa mereka langsung menuntut ke pimpinan daerah seperti gubernur, padahal ada mekanisme tersendiri lewat dewan pengupahan.
         Tidak jarang banyak terjadi pro kontra antara pengusaha dan serikat pekerja. Sebagai contoh dari pihak perusahaan tidak menerima besaran KHL yang pihak buruh ajukan lantaran terlalu besar dan tidak sesuai menurut mereka. Beberapa tahun lalu, sempat Gubernur Jawa Tengah memprotes besaran KHL yang buruh ajukan pada salah satu komponen (walaupun mungkin masih ada banyak lagi komponen yang tidak sesuai), yaitu kebutuhan untuk bra yang diambil dari harga bra merk ternama yang harganya sangat mahal. Belum lagi ada serikat pekerja yang menganggarkan komponen transportasi diganti dengan cicilan motor besar yang harganya sampai lima puluh juta. Hal seperti ini tentu tidak bisa diterima oleh pihak perusahaan.
         Ada beberapa tujuan mengapa para investor asing ingin menanamkan modal di suatu negara, salah satunya adalah ingin mendapatkan biaya produksi yang rendah serta distribusi pemasaran yang mudah. Hal ini harus benar benar dicermati oleh serikat buruh, karena bila upah mereka terlalu besar, maka akan menaikanbiaya produksi,dan bila terus berlanjut, maka kemampuan perusahaan untuk membiayai para pekerja akan berkurang dan yang lebih parah lagi akan menyebabkan perusahaan itu pindah kesuatu daerah dimana mereka bisa membiayai para pekerjanya.
         Dahulu kala ketika indonesia belum merdeka, para penjajah mempekerjakan rakyat indonesia dengan bayaran yang kecil atau tidak dibayar sama sekali. Rakyat dipaksa untuk mematuhi para penjajah, bila tidak mematuhi, maka akan dihukum. Biladicermati, kondisi seperti ini tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi sekarang. Orang asing berdatangan, mereka mempekerjakan orang indonesia, namun bedanya adalah pada saat sekarang, mereka dibayar dengan layak bedasarkan aturan daerah. Hal yang sama adalah orang orang indoensia bekerja untuk orang asing (bila sebelum merdeka, kita sebut mereka penjajah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar