Kamis, 24 September 2015

Indonesia sedang terjajah?? (PART 1)


Indonesia sedang terjajah?? (PART 1)


Saat ini pemerintah indonesia sedang berjuang memanggil investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Mungkin proporsi perusahaan asing dan dari negeri sendiri lebih banyak di dominasi oleh perusahaan asing. Beberapa perusahaan justru lebih suka mempekerjakan tenaga ahli dari asing. Keadaan seperti ini tanpa disadari merupakan sebuah bom waktu yang lama-kelamaan akan bisa meledak kapanpun. Pernahkan kita menyadarinya??


Dahulu ada unkapan bahwa “kita sedang terjajah secara ekonomi , kita belum merdeka.” banyak yang mengungkapkan terjajahnya negara kita pada saat itu karena hampir sebagian besar barang yang kita konsumsi merupakan barang yang berasal (bisa juga produksi) dari perusahaan asing. Memang benar adanya bahwa hampir semua barang yang kita konsumsi berasal dari perusahaan asing (walaupun di produksi di dalam negeri).
Tidak dapat disangkal lagi bahwa masalah kepadatan penduduk kita merupakan masalah yang cukup besar, belum lagi masalah pembangunan yang kurang merata di negeri ini sudah cukup membuat pusing pemimpin bangsa ini. Desakan kebutuhan ekonomi dari masyarakat membuat pemerintah mencari solusi cepat untuk mengatasi masalah ini. Ya, dengan cara memanggil para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia kita yang tercinta ini. Hasilnya, cukub bisa ditebak bahwa saat ini banyak sekali anak-anak dari para petani ogah meneruskan usaha tani keluarganya (disamping kesejahteraan tani), sehingga kedepannya, mereka akan lebih senang menjual sawah warisan orang tuanya kepada developer developer perumahan atau sebagainya, ketimbang meneruskan usaha tani keluarga. Dan bisa ditebak, mungkin beberapa puluh tahun lagi, negara Indonesia yang terkenal subur ini akan kehabisan lahan untuk bertani. Sangat ironi.
Sebuah keputusan dan tindakan memang ada sisi positif dan negatifnya, dan dalam pengambilan keputusan tersebut kita harus benar benar mempertimbangkan sisi baik dan buruknya baik jangka pendek, menengah maupun panjangnya. Dengan kondisi demografis dan watak sebagian besar orang Indonesia, wajar bila pemerintah harus mengambil langkah cepat dengan mengesampingkan potensi yang besar dari Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar